Piknik '72
đhttps://open.spotify.com/track/7kylbMIrSPy7BkwOO01NDi?si=b7c919425a344200
Percaya gak? Kalau sekarang yang Mingyu lakukan adalah memutar lagu Piknik â72-nya milik Naif, on loop. Meskipun yang menggambarkan keadaannya saat ini cuma dua bait pertama aja sih..
Pergi di hari minggu⌠Bersama pacar baruâŚ
Karena saat ini Mingyu dan Jeonghan sedang tidak benar-benar bersama. Bus yang mereka tumpangi berbeda, jadinyaâakhirnyaâhanya bisa saling mengisi ruang obrolan di WhatsApp yang seharusnya sudah bisa terisi dari beberapa waktu lalu.
Dan karena baru saja jadian, tidak heran kalau keduanya sudah persis orang yang sedang berada di dunia lain, alias sibuk sendiri, tertawa sendiri, ada bunyi notifikasi sedikit rasanya seperti menang lotre. Semua orang di dalam bus tidak dihiraukan mereka. Terserah saja mau apa, asal tidak ganggu hari pertama kami sebagai sepasang kekasih pokoknya.
Rasanya tidak perlu Naik Vespa keliling kota.. bahkan Sampai binaria sekalipun. Cukup di âiyaâ kan tawarannya untuk makan Pop Mie bersama, Hatinya Mingyu sudah sangat gembira
Awalnya tidak sengaja karena ini hari pertama mereka, jadi pikir Mingyu, ia harus pandai-pandai mencari topik dan apapun kegiatan yang sekiranya bisa dilakukan bersama meskipun waktunya tidak banyak.
Tidak tahu idenya datang dari mana, dan mengapa harus makan Pop Mie. Biasanya, orang lain justru menyempatkan diri untuk ke toilet atau membeli oleh-oleh untuk keluarga di rumah ketika sampai di pemberhentian sementara
Sesampainya di sana, duduk dua-duaan, di kursi yang tersedia di salah satu warung yang menjual Pop Mie.
Meskipun tidak ada juga roti buaya dan hanya ada Pop Mie merah rasa Ayam, yang sudah pasti jadi favorit semua orang, sudah lebih dari cukup untuk mereka mengganjal perut selama perjalanan nanti.
Tanpa lagu kitaâya maklum aja soalnya baru jadian, belum punya lagu yang âmereka bangetâ.
Dan gak perlu juga mereka menari bersama, rasanya, begini saja sudah lebih hangat dari Pop Mie yang baru dituang air hangat oleh teteh penjualnya.
âMasih panas, pelan-pelan makannya.â Mingyu membuka kata.
Jeonghan masih sibuk meniup-niup Pop Mie-nya.
âLucu amat, sih, pacar gua. ck.â Batin Mingyu.
Sambil menikmati, sambil was-was kalau-kalau ada yang datang mengganggu. Dalam hatinya, Mingyu berdoâa sekuat hati agar, âplease, untuk waktu yang singkat ini, biarkan kami menikmati makan bersama ini dengan khidmat.â
Tolong dikabulkan semesta...
âHan, yang tadi di pantai.. Soal, deserve atau enggak.. gitu kan tadi bilangnya?â Mingyu menaruh Pop Mienya sejenak untuk sedikit lebih serius. Karena ini penting.
âEhem..â Jeonghan meng-âiyaâ kan, ikut memberi jeda makannya dan siap mendengarkan Mingyu baik-baik.
âSemua orang tuh berhak, tau, Han. Dikejar-kejar, di⌠ya pokoknya ditunjukin kalau ada yang bener-bener naksir. Soalnya, menurut aku⌠bukannya lebay atau apa sih, cuma mau kasih tau kamu, aku beneran suka kamu, Han. Aku, nih, begini bukan main-main. Ngerti gak maksud aku? Emang norak banget, sih, asli, aku sadar banget, kok. Tapi intinya sih gitu, Han. Apalagi orangnya kamu..â
Mingyu meminta dua botol air mineral ke teteh penjual, satunya ia buka tutupnya lebih dulu sebelum diberikan kepada Jeonghanâsupaya bisa langsung diminum.
âAku, kenapa?â Tanya Jeonghan, lalu menyambut baik air mineral yang diberikan Mingyu. Kebetulan udah seret.
âYa⌠berhak, deh, pokoknya. Cara orang buat nunjukin perasaannya kan beda-beda ya, Han. Kalau ternyata baru gua.. eh aku maksudnya, yang norak gini, bukan berarti kamunya gak berhak, tapi bisa aja karena emang beda aja cara ngasih taunya, Han.â
âHmm.. oke..â Sampai sini, Jeonghan setuju dulu.. âMingyu, gak harus aku-kamu gapapa, senyaman kamu aja. Terus, gak usah bilang apa yang kamu lakuin itu norak lagi. maksudnya, iya mungkin untuk kamu itu norak, but itâs something that Iâve never felt before, jadi ngerasa spesial, somehow... Jadi jangan gitu lagi, Mingyu. Hargai usaha kamu sendiri ya...â
âEmang iya, Han. Spesial, pake telor dua.â
Di pemberhentian sementara itu, khususnya di warung tempat mereka makan Pop Mie, tidak ada batang pohon. Jadi gak bisa mengukir nama mereka. Tapi jangan khawatir. Tanda sayang selalunya bisa diganti dengan banyaknya cerita yang akan mereka ukir bersama mulai hari ini dan seterusnya.
Sampai waktu yang lama.
Beruntung juga, kali ini malam hari telah menjelang. Saatnya untuk pulang. Gak perlu mengalami vespa mogok di jalan. Dan gak turun pula hujan. Jadinya gak perlu berteduh di taman.
Disana juga gak ada melati yang indah nian berseri. Gak bisa dipetik buat si pacar baru untuk ia simpan dalam hati dan nanti diambil kembali.
Cuma dua bait pertama, tapi hari pertama mereka gak kalah berkesan dari Piknik di â72.
Sesampainya kembali di Bandung, di kampus tercinta, Mingyu sudah menunggu Jeonghan didepan pintu bis untuk menyambut si pacar baru.
âUdah?â Tanya Mingyu untuk memastikan tidak ada barang yang tertinggal didalam bis dan siap untuk melanjutkan perjalanan pulang bersama, lagi, setelah resmi sebagai pacar.
Jeonghan menangguk, artinya dia sudah memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal. Kini turut berjalan dibelakang Mingyu untuk menuju parkiran tempat dimana mobil Mingyu berada.
Beruntung Jisoo sudah dijemput supirnya, jadi Jeonghan tidak perlu mengkhawatirkan sahabatnya itu. Sebelumnya juga sudah berpamitan. Begitu juga Seokmin dan Soonyoung yang lebih paham dan sudah lebih dulu pulang masing-masing. Lega sekali karena tidak ada yang mengganggu.
âMingyu, mau mampir dulu aja, gak? Ini udah malem banget. Bahaya kalau kamu nyetir lagi sampai kos.â Penawaran bagus, Jeonghan. âKalau gak mau gak apa, aku nawarin aja. Tapi berantakan, kalau kamu gak keberatan, boleh nginep.â
Seluruh dunia tahu Mingyu akan jawab apa.
Iya betul, tentu saja, âYaudah..â
Alias
âMau banget lah anjirrrr.... Dengan senang hati gua mau, Jeonghan. Mau berantakan kek. Bodo amat. Yang penting sama lu terus.... Pokoknya gua mau!!â Batinnya.
Dan dalam perjalanan, Mingyu akhirnya bisa juga memutar Iâm Yours dengan perasaan yang selaras dengan lirik yang dinyanyikan indah oleh si pemilik lagu, Jason Mraz. Terlebih lagi, yang bersangkutan ikut mendengarkan lagu yang ia putar sengaja. Duduk di kursi samping pengemudi, yang mulai sekarang akan menjadi singgasananya.
-
Selanjutnya, biar jadi rahasia tentang apa kegiatan mereka ketika sampai di apartemen milik Jeonghan.